by AGIVE TRILESTARI

Anak Anda Nonton Film apa?

Anak Anda Nonton Film apa?
Apakah anda perduli dengan film yang ditonton anak anda?
Apakah film superhero atau kartun atau film lainnya layak ditonton anak anda?
Seringkali saya mengetahui orang tua yang mengajak anaknya pergi ke bioskop untuk menonton film, tapi si orang tua tidak memperdulikan atau malas membaca atau memang tidak mengerti petunjuk yang sudah diberikan, apakah film tersebut layak ditonton oleh anaknya atau tidak, misalnya petunjuk usia yang diberikan dan tertera disetiap gambar film yang dipasang di bioskop, baik dalam bentuk poster maupun layar informasi yang biasanya ada dibelakang ticket box / kasir.
Entah memang tidak tau atau tidak mengerti atau memang tidak perduli atau memang yang penting anaknya update dan gak ketinggalan akan film yang sedang diputar dibioskop.
Sedikit informasi, yang berwenang melakukan seleksi dan sensor semua tayangan di Indonesia adalah LSF (Lembaga Sensor Indonesia). Tanda kelulusan sensor bisa dilihat di poster filmnya dan sesaat sebelum film dimulai. Kalau di layar bioskop jelas terpampang beberapa detik sebelum film dimulai, keterangan yang menjelaskan bahwa film yang akan Anda saksikan sudah lulus sensor. Jika Anda jeli, kategori jenis tontonan akan disebutkan disitu, Secara garis besar kategorinya ada 3, SEMUA UMUR, REMAJA dan DEWASA. dibelakang judul film dan tulisan lulus sensor dengan warna tertentu yang membentang ditengah-tengah. Untuk kategori DEWASA terbagi menjadi dua yaitu 17+ dan 21+. Alasan penentuan sensor berbeda-beda di tiap negara, berhubung kita tinggal di Indonesia maka LSF yang jadi acuannya, bukan MPAA yang ada di Amerika.
 
Masih banyak orang tua yang menganggap film kartun atau film super hero pasti tontonan buat anak2. Mulai lah jadi orang tua yang cerdas & bijak, dimulai dari orang tua, dimulai dari didikan & bimbingan orang tua. Mungkin Anda masih ingat rame-rame saat penayangan film Deadpool di bioskop tahun 2016? Karena itu film superhero dan banyak yang bilang filmnya lucu, banyak yang mengajak anaknya ke bioskop lalu menyesal karena filmnya terlalu sadis dan sarkastik, lalu mereka malah menyalahkan bioskop. Maunya dianggap kritis tapi jadi terlihat bodoh karena mengabaikan semua peringatan yang diberikan pihak bioskop.
Di semua bioskop selalu memberikan info apakah film yang ditayangkan untuk tontonan anak anak atau bukan, pastikan Anda melihat angka atau huruf, yaitu D (dewasa), R (remaja) & SU (semua umur) disebelah judulnya yang terpampang dilayar tivi yang menempel di dinding bioskop, karena mereka menganggap konsumen harusnya membaca dan memahaminya. Jadi mulailah menjadi orang tua yang peduli, minimal mau membaca dan bukan semata mata yang penting anaknya nonton gak ketinggalan update.
Mulailah perduli dengan aturan, apakah kita sudah memberikan hiburan berupa tontonan yang memang layak dan memang diperuntukan sesuai dengan usia anak kita?
Tujuannya adalah untuk mulai mendisiplinkan anak supaya anak-anak terbiasa mengikuti ketentuan yang berlaku, semua pemberitahuan apakah sebuah film layak ditonton anak kita atau tidak sebenernya sudah diberikan, baik itu oleh pihak yang berkompeten seperti pemerintah dalam hal ini lembaga sensor film maupun pihak pengelola bioskop, bahkan di aplikasi handphone saat Anda mencoba membeli tiket online. Semua itu pasti ada tujuannya, tinggal bagaimana para orang tua apakah mau perduli dengan tontonan anak-anaknya demi kebaikan mereka atau tidak.
Petunjuk yang diberikan pasti ada tujuannya dan perlu diingat, tidak semua film super hero atau kartun adalah tontonan untuk anak anak, baik itu dilayar lebar ataupun di layar kaca.
Dan sering kali apabila sudah terjadi sesuatu hal yang tidak diinginkan semisal perilaku mem-bully, kekerasan, kata-kata kasar atau kalimat-kalimat yang tidak layak diucapkan oleh anak pada usianya, perilaku atau sikap yang keluar ditunjukkan dari anak, maka kadang orang tua cenderung menyalahkan orang lain, padahal hal tersebut bisa jadi karena akibat ketidakperdulian orang tua dengan segala sesuatu yang dilihat oleh anak. Salah satunya tontonan, bukan hanya dibioskop tapi juga ditivi atau youtube atau video game dll.
Semua tergantung kontroling, kepedulian dan kesadaran para orang tua, apakah perduli atau hanya cuma memikirkan update saja supaya anaknya gak ketinggalan jaman atau tetap kekinian.
Bagaimana dengan anda? Apakah anda sudah cukup cerdas dan bijak terhadap hal tersebut?


Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *