by AGIVE TRILESTARI

Orang tua yang bangga balitanya mahir ber-gadget ria

Orang tua yang bangga balitanya mahir ber-gadget ria
Jaman sekarang memang jamannya gadget, tidak terkecuali dari semua kalangan ataupun umur.
Terlalu sering saya mendengar orang tua sekarang mengatakan “biar anteng mbak!” atau ” biar aman mbak!” atau biar gag brantem!”  atau “biar gag keluar!” dan masih banyak lagi alasan lainnya.
Padahal tanpa disadari atau banyak juga yang sadar tapi mungkin tidak perduli atas pertimbangan tadi, dan juga supaya anaknya terlihat kekinian & mengikuti jaman, tanpa dibarengi dengan wawasan & pengetahuan dari si orang tua akan akibat dari gadget tsb.
Photo by Kelly Sikkema on Unsplash
Kadang keingin tahuan saya sedikit menyelidik, jadinya kadang saya melakukan observasi sendiri akan hal ini.
Saya juga memiliki anak tapi saya memberikan mereka gadget (apapun itu bentuknya) dan permainan game seperti gameboy, PSP, XBox  dll, di usia mereka pada saat mereka memasuki tingkat sekolah menengah pertama (SMP), itupun dengan segala macam bimbingan, mereka wajib bisa bertanggungjawab atas penggunaannya. Sekarangpun mereka masih suka main game tetapi hanya saat weekend mereka bisa main game digadgetnya, WiFi kami tidak dibatasi alias nyala 24 jam nonstop, mudah-mudahan mereka bisa bertanggung jawab dengan gadgetnya kelak 😇🙏  Toh dulu pada saat mereka balita mereka hanya saya berikan tontonan baby tv,
ya… hanya baby tv saja!
Sering kali saya melihat, mendengar dan tahu kalau anak sekarang (berapapun usianya) hampir sebagian besar yang saya temui, baik itu orang dekat atau orang yang memang saya tidak kenal sekalipun, semua balita mereka pasti sudah bisa pegang dan mengoperasikan yang namanya gadget. Saya tidak hapal jenisnya, pokoknya yang ada layarnya baik itu berupa hp, tablet atau apalah namanya (pastinya anda paham ya!) ada yang memang memakai WiFi ada yang memakai quota atau apapun sebutan paketnya, sehingga bisa nonton youtube, install games atau apapun jenisnya. Kegiatan ini tidak dibarengi dengan bimbingan, kebanyakan setelah saya tanya alasannya mereka memberikan game semata-mata hanya supaya anteng.
Sekali waktu disaat menjemput anak sekolah, saya sering kali lihat anak-anak yang begitu keluar langsung menuju mobil jemputannya atau duduk diteras sekolah langsung mengeluarkan gadgetnya. Lalu saya coba dekati dan benar saja yang saya lihat, mereka langsung fokus main game.
Pernah saya tanya, karena mereka membawa modem WiFi seperti Bolt!
lalu saya bilang; “apakah setiap hari dibawa?”
dan jawabnya”IYA”
Saya tanya lagi; “itu WiFinya juga?”
jawabnya “IYA”
Entah alasan apa dari orang tuanya mengizinkan bawa modem WiFi karena saya belum pernah bertanya langsung ke orang tuanya.
Photo by Hal Gatewood on Unsplash
Ada satu kejadian yang membuat saya sangat marah pada saat itu;
Jadi ada kerja kelompok dan kebetulan anak saya di group itu, yang menurut anak saya semua instruksi dijelaskan dengn jelas didepan kelas dengan semua murid lengkap hadir disana.
Tapi si orang tua anak tsb menyalahkan anak saya (yang merupakan koordinator kelompok tsb) kenapa anaknya tidak diingatkan? kenapa anaknya tidak tahu instruksi gurunya?
Bukannya menanyakan anaknya perihal tsb karena anaknya juga ada dikelas, tapi kok malah menyalahkan orang lain???
Entah berhubungan atau tidak tetapi saya mengambil kesimpulan sendiri, bagaimana anak tsb mau fokus terhadap pelajarannya kalau kondisi dilingkungan sekolahpun dia lebih sigap dengan gadget dan permainan game-nya?
Begitu ada kesempatan, apapun kondisinya, dia akan langsung bermain game di handphonenya.
Sedangkan orang tuanya memfasilitasi hal tsb tanpa ada kontroling. Itu menurut observasi saya.
Photo by Martin Vorel
Sudah banyak dimedsos yang menghimbau atau apapun itu namanya, kalau mau memberikan gadget atau apapun istilahnya, sebaiknya ada bimbingan dan kontroling dari orang tua.
Banyak juga sumber yang mengatakan dan menulis tentang efek gadget, game dan media internet bagi anak-anak.
Tapi masih banyak kekurang-sadaran dan atau ketidak perdulian para orang tua akan hal tsb.
Klo saya pribadi sih ya… silahkan2 aja ya…. toh asalkan jangan anak saya….
Tapi klo sudah mengganggu, nanti akhirannya akan merugikan orang lain juga dikarenakan orang tua yang gag perduli atau tidak aware akan hal tsb.
Entah si orang tua tidak mengerti atau memang tidak peduli.
Dan sering kali juga saya melihat di sosial media, banyak orang tua yang men-share pengetahuan tersebut tapi pada kenyataannya (mungkin) hanya men-share supaya keliahatan cerdas atau supaya kelihatan eksis di mata orang lain.
Karena saya lihat apa yang dia share tidak diterapkan kepada anaknya sendiri.
Amat disayangkan ya….
Tulisan ini saya buat berdasarkan pengalaman saya pribadi, dan observasi di lingkungan sekitar saya.
Tujuannnya untuk lebih bisa memperhatikan, juga kontroling dengan segala kemungkinan yang terjadi diluar rumah serta efeknya terhadap anak saya kelak.
Karena saya sadar sebagai orang tua, bukan hanya pendidikan dari rumah yang harus ditanamkan dgn baik ke anak, baik itu normal atau apapun itu, supaya mereka bisa membawa diri di luar dengan segala macam pengaruhnya. Bukan hanya pengaruh sosial, linkungan tapi juga pengaruh teknologi. Saya harus terus membimbing dan kontroling anak anak saya sampai mereka dewasa.
Bukan berarti saya tidak memberikan kepercayaan, bukan berarti saya tidak membiarkan mereka menjalankan hidupnya sendiri dengan mandiri. Tapi menurut saya, sebagai orang tua sampai akhir hayatnya punya kewajiban untuk selalu membimbing, mengarahkan, menasehati, mendidik mereka dgn caranya masing-masing.


2 thoughts on “Orang tua yang bangga balitanya mahir ber-gadget ria”

  • Setujuuh!!
    gw jadi harus mulai aware niy ma anak2 gw, kudu dikasi pendisiplinan diri untuk hal-hal gadget, ngeri klo kedepannya gak terkontrol, bukannya manfaat malah jadi mudhorat (bener kan tulisannya yak?! hehehee)
    thank you ya Mak Agip ketjeh untuk friendly reminder nya, luv u full dahh *mmuaacchh!*

    • Terus semangat ya mom,terus belajar dgn mendidik,membina,mengajarkan,membimbing anak anak kita spy menjadi manusia berkualitas dan bertanggungjwb dgn apalun yg mereka lakukan🙏😍😘👍terima kasih sdh membaca tukisan sy😘😘

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *