by AGIVE TRILESTARI

Smart Phone, Stupid People

Smart Phone, Stupid People

Apakah anda secerdas gadget anda?

Jaman dimana masanya teknologi semakin berkembang pesat dengan munculnya berbagai macam gadget dengan segala kecanggihan dan segala kepintarannya.
Kita sebagai pengguna, apakah memiliki gadget hanya karena supaya terlihat mampu, kekinian, keren dll, atau kita memang memilikinya untuk kebutuhan, sesuai dengan manfaatnya yang baik dan lebih kepada tujuan kegunaannya supaya mempermudah segala aktifitas yang kita lakukan dan kita perlukan?

Anda termasuk yang mana?
Apakah hanya memiliki gadget canggih terkini hanya semata mata supaya terlihat keren, mampu dan kekinian atau memang anda memiliki gadget disesuaikan dengan manfaat dan daya gunanya?

Seringkali saya melihat, gadget digunakan lebih banyak untuk ber-sosmed, untuk selfie, upload apapun kegiatan yang dilakukan, meng-upload hasil karya, karya apapun itu karena banyak ragamnya, ada yang memang bermanfaat untuk orang lain maupun bermanfaat untuk dirinya sendiri

Ada lagi yang meng-upload setiap perjalanannya, baik perjalanan keluarga ataupun kerja yang bisa menjadi tambahan wawasan juga untuk orang lain.

Ada lagi yang sifatnya mau sharing, entah itu hasil buatannya atau hasil tulisannya atau dari sumber lain yang mungkin bisa bermanfaat untuk orang lain.

Mengumumkan prestasi, baik itu prestasi keluarganya, kantornya, temannya, dll.

Menginfokan suatu tempat, baik itu tempat makan, wisata, sekolah dll.

Menginfokan kejadian atau peristiwa disuatu tempat supaya menjadi viral, baik itu untuk tujuan yang sifatnya untuk dijadikan contoh, pelajaran ataupun pembelajaran atau untuk menyudutkan salah satu pihak.

Tapi tidak jarang bahkan saya sering temukan men-share segala sesuatu tapi tidak dicek dulu kebenaran beritanya atau infonya, sehingga bukannya menjadi pengetahuan yang bermanfaat untuk orang lain tapi malahan menyesatkan, seperti hoax dll.
Sehingga yang tadinya bertujuan (mungkin) biar dibilang cerdas atau update terhadap segala sesuatu berita terkini malahan justru memperlihatkan kebodohannya sendiri

Ada lagi yang menggunakan gadget nya untuk bisnis dan usaha, walaupun sering kali ada juga yang jadi mengganggu karena terkadang masuk ke group chatting dimana ada orang-orang yang dia kenal hanya untuk men-share dagangannya, padahal belum tentu semua anggota yang ada digroup itu memang mengijinkan untuk menawarkan dagangannya disitu atau terlalu amat sangat sering men-share jualan atau dagangannya sehingga membuat orng lain jadi merasa gag nyaman.

Ada juga yang pokoknya semua kegiatan yang dilakukan harus dan wajib di sharing dan sering kali saya melihatnya justru kebablasan seperti contoh:

Meng-upload tiket pesawat, mengupload identitas dipasport, mengupload foto anaknya tanpa pakaian (saat mandi) walaupun anaknya masih usia batita atau balita.

Memamerkan tiket pesawat (dan mungkin tiket lainnya juga) berarti memberikan kesempatan untuk para hacker meretas data pribadi Anda, mungkin ada yang belum tahu bahwa kode yang tercantum dalam tiket merupakan akses bagi data pribadi saat Anda membelinya. Memamerkan gambar anak-anak Anda juga berarti memberikan kesempatan untuk para Pedofilia untuk ‘menikmati’ anak-anak yang memang menjadi sasarannya, bahkan malah ada yang berujung penculikan dll.

Adalagi yang buat saya cukup mengejutkan dan tidak tahu peraturan yaitu sharing cuplikan film dibioskop di media sosial (selfie, live dll) padahal hal tersebut sudah diinfokan oleh badan yang terkait, apabila ada yg men-share secuil pun tayangan bioskop tersebut masuk pada pasal pembajakan, hukumannya penjara 10 tahun dan atau denda Rp 4 milyar (UU nomor 28 tahun 2014 tentang Hak Cipta dan UU ITE no 11 tahun 2008).

Maunya terlihat kekinian tapi malah mengundang atau melakukan kejahatan, Bukannya kelihatan keren dan cerdas kan jadinya klo sudah begitu? 😁

Semua orang punya hak dan punya alasan masing masing dalam menggunakan gadget, mem-posting baik disosmed atau apapun istilah yang digunakan.
Walaupun memang sebaiknya digunakan secara cerdas supaya tidak terjadi seperti beberapa contoh diatas, yang tadinya pengen terlihat keren, terlihat hebat, terlihat pintar, terlihat update akan segala sesuatunya tapi malahan jadi terlihat tidak cerdas.

Salah satu contoh yang baik dalam menggunakan gadget dan sosmed, adalah untuk mempererat silaturahmi positif, menambah wawasan, memberikan ide-ide yang kreatif kepada orang lain maupun untuk diri sendiri, memberikan informasi apapun itu kepada orang lain yang sebaiknya memang bermanfaat, mencari segala sesuatu yang sifatnya bisa menjadi tambahan wawasan dan pengetahuan yang positif buat kita, menjadikan jendela ilmu dunia buat kita sebagai pengganti buku.

Bukan digunakan untuk memprovokasi atau apapun itu bentuknya yang merugikan orang lain dan diri sendiri pastinya tetapi postingan-postingan yang sifatnya menginspirasi orang dll.

Tetapi perlu diingat juga, segala sesuatu yang kita share dan kita posting atau kita upload semua orang punya hak dan memiliki kebebasan untuk menyikapinya, begitupun dengan kita sendiri, kita punya hak menilai apapun yang ditampilkan.
Akan tetapi tetaplah aware dan selalu memperhatikan peraturan yang berlaku ya, jangan sampai kebablasan, yang bisa menjadikan gadget anda jadi lebih cerdas daripada pemiliknya atau penggunanya😁🙏

Yuk terus belajar menjadi manusia yang lebih baik dan lebih baik lagi dengan memanfaatkan teknologi yang terus berkembang untuk mengembangkan diri menjadi manusia positif dan berkualitas.
Selalu menggunakan gadget untuk segala sesuatu yang bermanfaat baik dan positif, baik untuk diri sendiri maupun orang lain.
Bijak dan cerdas menggunakan gadget diantaranya yang lebih terlihat adalah aktifitas kita disosmed jangan sampai kegiatan dan keaktifan kita disosmed malah membuat diri kita menjadi tertawaan orang lain.

Sumber: http://inet.detik.com/inetgrafis/d-3469733/6-hal-jangan-diposting-di-medsos

 

@agivetrilestari



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *